https://journal.rc-communication.com/index.php/JKPHC/issue/feedJurnal Komunikasi Pembangunan dan Human Capital2026-02-23T11:43:43+07:00Open Journal Systems<p><strong>Jurnal Komunikasi Pembangunan Human Capital (JKPHC) </strong>merupakan jurnal yang diterbitkan untuk memberikan wadah bagi akademisi maupun praktisi di bidang<em> Komunikasi Pembangunan Human Capital</em>. JKPHC terbit tiga kali dalam satu tahun Januari, Mei, dan September. Artikel yang diterima dalam jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.</p>https://journal.rc-communication.com/index.php/JKPHC/article/view/259Pengembangan Konsep Diri Dengan Peningkatan Komunikasi Interpersonal2026-02-11T12:09:54+07:00Muhd Ar. Imam Riauanimamriauan@comm.uir.ac.idFatmawati Moekaharimamriauan@comm.uir.ac.idWandi Wandiimamriauan@comm.uir.ac.idFikri Idrisimamriauan@comm.uir.ac.idMarsyha Angelina Poetrimarsyhaangelinapoetri@student.uir.ac.idFahira Ramadanifahiraramadani@student.uir.ac.id<p>MTSS Mujahidin merupakan satu-satunya sekolah swasta yang ada di Gunung Bungsu. Orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi cenderung menyekolahkan anak mereka di sekolah ini. Hal ini menyebabkan kurangnya kualitas Pendidikan yang ada di MTSS Al-Mujahidin. Meskipun berada pada kondisi memprihatinkan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat anak-anak dan guru untuk tetap melanjutkan proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas SDM di Desa Gunung Bungsu. Dalam kondisi keterbatasan, tentu dibutuhkan semangat yang kuat dalam menumbuhkan karakter, dan salah satunya adalah membangun konsep diri dengan peningkatan kualitas komunikasi interpersonal. Pengabdian ini memberikan penekanan pada kemampuan siswa untuk mampu menentukan konsep diri mereka yang kemudian akan diwujudkan dengan komunikasi kepada orang tua yang menimbulkan kolaborasi antara orang tua dan anak untuk mencapai konsep diri yang diharapakan.</p>2026-02-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://journal.rc-communication.com/index.php/JKPHC/article/view/258Membangun Keterampilan Mengelola Informasi dan Kesehatan Mental di MTSs Mujahidin2026-02-11T12:08:47+07:00Fatmawati Fatmawatifatmawatikaffa@comm.uir.ac.idFikri Idrisfikri@psy.uir.ac.idSusan Permata Sarisusanpermatasari@student.uir.ac.id<p style="font-weight: 400;">Artikel ini merupakan artikel pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan siswa MTS A-Mujahidin dalam mengelola informasi digital yang bersumber dari media sosial dan menjaga Kesehatan mental siswa dalam mengakses informasi dari media sosial. Digitalisasi menyebabkan semua siswa tergantung dengan determinasi sosial media. Kemampuan pengelolaan informasi dalam menjaga Kesehatan mental penting dilakukan untuk menjaga motivasi siswa dalam belajar dan meraih cita-cita. Teori yang digunakan pada pengabdian ini adalah teori literasi digital, dan teori <em>self regulations</em> untuk membekali siswa MTS Al-Mujahidin dengan keterampilan informasi dengan menyaring, mengelola stress serta mengatur waktu penggunaan media sosial. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini, siswa-siswa lebih memiliki pemahaman tentang pengelolaan informasi pada penggunaan media sosial.</p>2026-02-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://journal.rc-communication.com/index.php/JKPHC/article/view/260Self Regulations dalam membentuk Kesehatan Mental di Kalangan Siswa MTSS Al-Mujahidin Desa Gunung Bungsu2026-02-11T11:59:35+07:00Fikri Idrisfikri@psy.uir.ac.idfatmawati Fatmawatiimamriauan@comm.uir.ac.idWandi Wandiwandi@law.uir.ac.idArdiansyah Ardiansyahardiansyah@law.uir.ac.idiRaditia Asbel Putraraditiaasbel@student.uir.ac.id<p style="font-weight: 400;">Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di MTSS Al-Mujahidin, Desa Gunung Bungsu, bertujuan untuk mengatasi masalah kecanduan gadget di kalangan siswa dengan menggunakan pendekatan teori self-regulation atau pengaturan diri. Program ini dirancang untuk membantu siswa memahami dan mengelola penggunaan gadget mereka dengan cara yang lebih sehat dan terkendali. Melalui pelatihan dan sosialisasi, siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya pengaturan diri yang mencakup pemantauan diri, penilaian diri, dan evaluasi diri dalam pengelolaan perilaku. Teori self-regulation ini juga mengajarkan pentingnya efikasi diri, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengatur perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Penerapan teori ini di lingkungan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan regulasi diri siswa, yang berdampak positif terhadap kesejahteraan psikologis dan prestasi akademik mereka. Program ini memberikan solusi berbasis ilmiah untuk mengatasi kecanduan gadget dan mendukung perkembangan siswa yang lebih seimbang dan produktif.</p>2026-02-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026